Tugas Essai Jiwa Kepemimpinan yang Loyal, Berintegritas, dan Adaptif dalam Diri Mahasiswa
Nama : Aulia Agustina
Kelompok : Selena
Penugasan : ESSAI
Tema : Memupuk Jiwa
Kepemimpinan yang Loyal, Berintegritas, dan Adaptif dalam Diri Mahasiswa.
Jiwa Kepemimpinan
Sebagai mahasiswa/i yang baru saja menginjakkan kakinya di dunia
perkuliahan, tentunya tidak membawa jiwa pemimpin yang sepenuhnya kita sebut
sebagai pemimpin. Saat dibangku SMA apalagi saat bencana COVID-19 hanya
mengandalkan sistem jarak jauh saat melakukan apapun. Lalu bagaimana kita bisa
mengasah rasa kepemimpinan itu? Apa perlu kita masuk sebuah organisasi? Jika
sudah berani untuk berpartisipasi dengan sebuah organisasi berarti tandanya
kamu sudah berani. Dan itu semua kamu juga harus bertanggung jawab atas
semuanya. Tetapi yang paling ialah kamu harus bisa mengenali lingkungan kampus
terlebih dahulu dan kenali teman-teman mu agar kamu membangun sifat extrovert
dari hal kecil dulu. Mmebangun relasi atau hubungan yang baik antar teman,
kakak tingkat, dan tentunya juga dosen. Menjadi sebuah pemimpin itu menang
harus dimulai dari hal kecil dan dapat dukungan dari orang lain.
Membangun hal-hal yang kita takutkan sejak dibangku sekolah, tentunya sulit
sekali karena minimnya dukungan dari orang tua, teman, dan keluarga. Mereka
adalah salah satu suport sistem terbaik dalam hidup. Yang pertama membangun
jiwa kepemimpinan yang loyal atau loyalitas, apa jadi pemimpin tanpa ada
pelatihan? Tentunya tidak karena kamu akan menghadapi beberapa rintangan dalam
menjadi pemimpin. Kita ambil dari hal kecil, sejak dibangku sekolah kamu
menjadi ketua kelas. Pastinya kamu merasa diri kamu bisa menjadi pemimpin
dikelas dan bertanggung jawab. Lalu ikut organisasi seperti OSIS dan
mencalonkan sebagai Ketua OSIS tentunya lagi kamu akan menjadi pemimpin yang
loyal, berintegritas, dan adaptif. Itupun jika kamu masih merasa diri kamu
kurang dalam menjabat sebagai ketua osis. Karena membangun jiwa tanggung jawab itu
sulit, ada saja keliru dalam mengambil keputusan. Lalu belum lagi mempunyai
masalah dengan teman yang membuat jiwa loyalitas kamu goyah karena iu salah
satu syarat menjadi pemimpin. Teman adalah salah satu suport sistem dalam
hubungan pertemanan. Mereka yang dukung apa yang kita lakukan. Dan kita harus
adaptif karena mengenali lingkungan dan teman perlu sekali, karena kita bisa
menyesuaikan apa yang mereka butuhkan. Apalagi mereka berbeda dengan kita,
seperti ras, suku, agama, dan lain-lain. Lingkungan juga harus dikenali,
seperti setelah masuk dunia kampus. Rasanya seperti tiba-tiba, karena selama
ini kamu hanya merasakan suasana SMP-SMA yang temannya itu-itu saja. Apalagi
organisasi di kampus banyak dan bisa dijadikan pelatihan skill atau bakat kita. Dan bekal untuk kerja nanti. Saat kuliah
kamu bisa mengikuti organisasi yang menurut kamu bisa untuk mengasah jiwa
kemimpinan kamu. Apalagi jika sudah memasuki dunia perkuliahan, sifat yang
buruk saat dibangku sekolah harus dhilangkan. Karena kamu harus membuat relasi
atau hubungan yang baik, bertanggung jawab dengan apa yang kamu sudat di
kampus, adil membagi waktu antar belajar dengan organisasi atau yang kita sebut
dengan manage waktu,dan bisa
meradaptasi dengan semuanya. Jiwa kepemimpinan ikut akan tumbuh secara perlahan
dan kamu menjadi berani untuk berbicara di depan banyak orang atau public speaking.
Oleh sebab itu, kita tidak bisa menjadi seorang pemimpin jika kita tidak
punya sifat loyal, berintegritas, dan adaptif. Karena itu menjadi tombak awal
kamu menjadi seorang pemimpin yang berani, bertanggung jawab, adil,
menghormati, membangun hubungan yang baik, dan dapat beradaptasi dengan cepat.
Secara tidak lansgung jika kamu memiliki itu semua kamu bisa memimpin suatu
organisasi.
Komentar
Posting Komentar